Sering banget akhir2 ini, kalau kita membaca info status dari pengguna FB, pada relationship status berisi tulisan "Married". Ada yang aneh? Kebetulan yang saya baca adalah info pengguna FB yang berada di friendlist saya. Saya langsung mikir, "Oya ? Kapan pestanya? Akad / pemberkatannya di mana? Kok ga ada undangan ? Ga ada kabar, adanya malah 'kabur..." Udah gitu, dilihat umurnya, masih awal 20-an, kerja belum, masih kuliah. *tuing tuing* bingung mode on
Dari 'diemin aja deh', eh ternyata ga kuat juga hati ini kalo ga ngoceh. Karena uda lama nahan 'gatel', akhirnya setelah baca berita tentang anak di bawah umur yang dibawa kabur pacarnya, tumpah juga deh 'tabungan' kritiknya. Well, saudari-saudariku tercinta, saya ulangi lagi saudarI, bukan saudara. Saya bicara sebagai wanita di sini, kalau ada pria yang mau mengganti relationship status saya dengan married, maka pria itu haruslah pria bertanggung jawab yang sudah meminta ijin secara resmi dan berjanji kepada Tuhan dan orang tua saya untuk merawat saya dan setia kepada saya sampai maut memisahkan. Status married baru layak saya pakai apabila sudah sah secara hukum dan agama, dengan diiringi doa restu keluarga dan handai taulan.
Kenapa untuk SaudarI yang saya tekankan di sini? Coba bayangkan, apabila seorang gadis berusia 19 thn menaruh status Married pada akun jejaring sosialnya, yang notabene akan dibaca oleh semua orang dari berbagai kalangan? Mungkin gak sih salah satu saudara jauh, atau kenalan orang tua membaca ? Apalagi sekarang banyak bapak2 dan ibu2 yang ikutan FB (termasuk bapak saya yang usianya sudah 60 thn). Kalo saya bisa suarakan apa yang ada di pikiran mereka, mungkin kira2 begini :
"Loh, anake Mbak anu wis kawin to?"
"Karo sapa (sama siapa)?"
"Kok aneh, nda ada kabar berita?"
"Hee, Mbak Anu yo nda pernah cerita2. Emang ada pestane gitu?
"Mbuh. Aku ya nda denger ada undangan2 gitu.."
"Kok diem2 ya...Jangan2...Apa hamil duluan?"
"Ah, mosok to. Jangan pitnah kamu."
"Lho, isa wae tho. Wong diem2 tau2 nikah. Yang masih family aja nda tau."
..dan lain-lain teruskan sendiri. Ini baru satu contoh.
Bukannya pihak cowok tidak ikut dirugikan, tapi konsekuensi moral yang diterima pihak cewek biasanya lebih berat. Apalagi di Indonesia, yang masih menjunjung adat keTimuran.
Teman2 tercinta yang masih muda, penuh gairah dan kreatifitas, sah-sah saja kalau mau berinovasi dengan akun FB. Toh ini kan akun milik sendiri (suka-suka gue donk). Tapi akan jauh lebih baik untk memahami ini. Status married, berbeda dengan in a relationship atau complicated. Status married mengandung muatan hukum dan moral serta tanggung jawab yang tidak kecil. Status married bukan hanya melibatkan kedua belah pihak ybs, tapi juga keluarga dan masyarakat sekitar anda. Jadi berhati-hatilah dalam berinovasi, terutama di dunia maya seperti ini. Para pemuda dan pemudi seperti kita ini adalah masa depan bangsa, maka sudah seharusnya kita belajar bertanggung jawab dan paham betul konsekuensi dari setiap pilihan dan tindakan kita. Belajarlah bahwa setiap tindakan kita, mungkin bukan hanya kita yang akan menanggung akibatnya. Itulah bertanggung jawab. Itulah salah satu syarat menjadi dewasa. Bukan sekedar mengaku-ngaku sudah married, padahal belum.
Masih banyak kok cara kreatif yang bertanggung jawab untuk menunjukkan eksistensi kita. Pasang kek foto berdua yang lucu dan tidak 'haram' untuk dilihat, kirim2an gift pake aplikasi FB yang sudah banyak banget. Panggilan2 kayak Mami, Papi, Ayah, Bunda, disimpen dulu deh buat konsumsi kalangan terbatas. Boleh dipajang di FB kalau sudah sah di mata Allah dan hukum negara kita. Kan masih banyak sapaan2 mesra lain, yang rada jadul kayak Say, Yang, Cin...Atau yang lagi ngetren, Hon, Beib..Atau yang jayus sekalian, Pac...(singkatan dari Pacar), Sih...(singkatan dari kekasih). Atau mau gombal sampe bikin muntah ? Ada Honey Bunny Sweetie Baby...Yuuuu silakan dipilih.
Kenapa FB membatasi usia pengguna minimal 18 tahun? Dunia maya adalah dunia seluas samudera dan seruwet hutan rimba yang kita tidak pernah bisa prediksi, karena tidak kasat mata. Usia tersebut dianggap sudah dewasa dan bisa bertanggung jawab dengan apa yang dia perbuat, termasuk saat mengisi data2 di akun FB. Kejujuran adalah bagian yang penting dari tanggung jawab, misalnya dengan tidak memalsukan umur atau status. Ini berlaku juga buat yang udah married beneran yah..Awas kalau masih ngaku2 single karena ada 'udang di balik batu' alias niat terselubung yang tidak baik.
Jadi marilah kita yang sudah dipercaya ini menggunakannya dengan dewasa dan bertanggung jawab.
Piss yo. Maju terus anak muda Indonesia.
NB : Berikut ini adalah link contoh anak muda yang belum mengerti arti tanggung jawab :
http://id.news.yahoo.com/d
http://www.detiknews.com/r
Buat yang merasa 'kena' boleh komen disini. Mungkin ada objektif lain yang saya tidak tau, silahkan dikemukakan. Misalnya : "Mbak jangan sembarangan nuduh ya. Saya terpaksa pake status married karena mau dijodohkan sama pria beristri untuk melunasi utang orang tua say .."
Monggo di-share, barangkali ada yang bisa membantu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar