Pagi datang menjemputku
Tangannya menggapaiku dan menggandengku
Tapi aku tak mau pergi
Dan pagi pun berjanji akan datang lagi
Esok kulihat pagi
Masih setia menantiku
Kapan kau mau pergi
Aku masih ingin bersama malamku
Pagi datang tiap hari
Selalu merengkuh dan membujukku
Sungguh ingin aku mengikuti pagi
Tapi kutak mampu tinggalkan malamku
Malamku yang gelap dan dingin
Di mana harapan lalu bersama angin
Menyisakan setitik kenyamanan semu
Di tengah hidup yang tak menentu
Tanpa asa tanpa mimpi
Terdiam pasrah digenggam waktu
Malam membuatku terlena
Hilang hasratku bertarung dengan dunia
Akankah pagi datang lagi?
Setelah kuusir berkali-kali
Yang kutolak tapi juga kunanti
Hanya ragu yang kini pasti
-in absence of my sanity, my hope, my dream-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar